Tak terasa, dua bulan telah berlalu semenjak para Pengajar Muda angkatan 3 mengakhiri masa mengabdinya di Kabupaten Seruyan. Bagi berbagai pihak yang telah berkolaborasi selama setahun pengebdian mereka, euporia eksistensi Pengajar Muda tentu masih terasa. Bagaimanapun setahun mengajar di sekolah, tentu saja kepala sekolah, guru, siswa, dan masyarakat di desa penempatan telah menjadi keluarga. Berbagi ilmu dengan pihak-pihak yang peduli dengan kemajuan dunia pendidikan juga menjadi obrolan yang inovatif. Tak lupa, bahwa melalui para pengajar muda, kita semua menjadi tahu lebih jelas akar permasalahan serta solusi yang harus diambil berkenaan dengan pendidikan dasar di pelosok sana.
Pengalaman tumbuh kembang cara pandang para Pengajar Muda di tempat penugasan, mereka tuangkan dalam bentuk untaian cerita yang dirangkum dalam sebuah majalah dengan titel IMajalah: Detak-Detak Pendidikan di Jantung Borneo Bergagi dan Beraksi Bagi Obu Seruyan. Sebaris kalimat penuh makna, menyiratkan semangat pendidikan yang tetap menyala di seluruh bumi Kabupaten Seruyan.
Penulis yang diamanahi untuk menyerahkan IMajalah kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan, Rusdi Hidayat, S. Sos. Dengan lancang sedikit mengintip, isi dari majalah dengan sampul menarik itu karena kebetulan majalahnya dalam keadaan tidak tersegel. Isinya betul-betul menarik dan membuat terenyuh, di dalamnya tertuang perasaan para Pengajar Muda selama setahu mengabdi, foto-foto kegiatan yang melibatkan banyak pihak, ungkapan perasaan siswa yang mereka bersamai selama satu tahun, serta yang paling unik adalah adanya suara hati dari sosok pengajar di desa masing-masing yang dianggap sangat inspiratif sehingga tepat disebut sebagai “Local Hero”.
Penulis: Eka Yulia

