• 24 April 2026

Pentingnya Tinjauan Asesmen Diagnostik dalam Pembelajaran

By Eka Yulia 4 Maret 2025 11085 views | 1750

Beberapa tahun terakhir, pemerintah gencar menyerukan agar setiap satuan pendidikan melaksanakan kegiatan asesmen bagi peserta didik. ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) pada tingkat SMP dilaksanakan bagi kelas 8, sedangkan untuk kelas 9 melaksanakan kegiatan ABM (Asesmen Bakat Minat).  Dalam proses pembelajaran, salah satu cara mengetahui identifikasi kompetensi dalam materi pembelajaran, kekuatan dan kelemahan belajar peserta didik, kondisi peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran, informasi tentang pemahaman peserta didik dalam belajar, rancangan pembelajaran, tujuan pembelajaran serta hasil akhir pembelajaran yaitu dengan melakukan ASESMEN pembelajaran. Dalam kajian ini akan dijelaskan atau dipaparkan salah satu ruang lingkup asesmen yaitu ASESMEN DIAGNOSTIK.

Tujuan dilaksankannya kegiatan Asesmen yaitu untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik terhadap materi, mengetahui kesulitan belajar peserta didik, mengetahui kondisi peserta didik sebelum dan sesudah menerima materi Pelajaran, menentukan rancangan pembelajaran (menentukan metode/strategi/pendekatan belajar peserta didik), menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, menentukan hasil akhir evaluasi pembelajaran, menentukan ketercapaian kompetensi peserta didik.

Asesmen merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik, dosen, dan atau asesor yang dilakukan secara sistematis yang komprehensif untuk mengindentifikasi kemampuan awal peserta didik sebelum belajar, kesulitan dan kelemahan belajar, kondisi peserta didik sebelum dan sesudah menerima pembelajaran, menentukan rancangan pembelajaran, menentukan tujuan pembelajarn, serta hasil evaluasi akhir dan ketercapai kompetensi peserta didik. Asesmen juga merupakan kegiatan mengumpulkan keseluruhan informasi dan data dari peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran.

Asesmen Diagnostik merupakan asesmen yang dilakukan oleh guru/dosen/assessor sebelum memulai materi pembelajaran yang baru untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik terhadap materi, menentukan metode/strategi/pendekatan belajar yang digunakan, menentukan tujuan pembelajaran, serta mengetahui kondisi peserta didik sebelum belajar. Asesmen diagnotik (asesmen awal pembelajaran) ini terbagi menjadi dua yaitu asesmen diagnostik kognitif yang bertujuan mengetahui kemampuan awal peserta didik terhadap materi dan juga menentukan tujuan pembelajaran dan asesmen diagnostik non kognitif yaitu mengetahui kondisi peserta didik sebelum belajar. Instrument yang dapat digunakan dalam asesmen diagnostik yaitu lembaran pretest, lembaran rubrik, lembaran checklist, lembaran observasi, lembaran pertanyaan, lembaran refleksi sebelum belajar.

Tindak lanjut hasil dari asesmen diagnostik yaitu untuk asesmen diagnostik kognitif yaitu dengan merumuskan tujuan pembelajaran dari kemampuan awal peserta didik, merumuskan indikator kriteria tujuan pembelajaran. Sedangkan tindak lanjut dari asesmen diagnostik non kognitif yaitu mengetahui kondisi peserta didik sebelum menerima pembelajaran apakah perasaan antusias atau tidak antusias dalam menerima materi serta menggunakan metode/strategi/pendekatan yang sesuai bagi peserta didik.

Penulis: Yosef Tupen Laba
SMP Negeri 1 Seruyan Hulu.
Editor: Eka Yulia

#disdikseruyansiap, #Informasi, #kegiatan, #Prestasi, #sekolah
One thought on “Pentingnya Tinjauan Asesmen Diagnostik dalam Pembelajaran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *