Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan, melalui Bidang PAUD dan Non Formal telah melaksanakan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Upaya Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar bagi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini se kabupaten Seruyan pada tanggal 16 – 18 Nopember 2024 bertempat di hotel Aquarius Sampit.
Kepala Bidang PAUD dan Non Formal, Wasila Rahmi Alkatiri, SE dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Upaya Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar bagi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini ini mengacu pada karakteristik dari Kurikulum Merdeka itu sendiri yaitu fokus pada materi esensial, fleksibilitas waktu, dan pendekatan diferensiasi.
Wasila Rahmi Alkatiri, SE juga menyampaikan bahwa elalui bimtek ini berharap ke depannya para pendidik pada Satuan PAUD lebih memahami, merancang, dan melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing. Sehingga tujuan Kurikulum Merdeka berkenaan dengan menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik dan guru dapat tercapai di satuan PAUD yang berada di Kabupaten Seruyan.
Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Upaya Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar bagi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini ini, dihadiri oleh peserta dari perwakilan para Kepala Sekolah satuan PAUD, ketua PKG, dan ketua gugus guru PAUD se Kabupaten Seruyan.
Narasumber Bimtek dari BPMP Palangkaraya dan narasumber daerah, yaitu Pengawas TK se Kecamatan Seruyan Hilir.
Selaras dengan pernyataan Kepala Bidang PAUD dan Non Formal, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan, Rusdi Hidayat, S. Sos dalam sambutannya memaparkan bahwa Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan sebuah wadah yang dapat dijadikan sumber belajar dan berbagi berbagai ilmu pengetahuan mengenai proses pembelajaran yang lengkap bagi para pendidik.
Masih dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan menuturkan juga bahwa PMM menjadi sebuah platform edukasi digital yang dirancang untuk membantu guru menerapkan Kurikulum Merdeka, Meningkatkan kompetensi guru, Memfasilitasi berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar pendidik, Memudahkan proses asesmen dan evaluasi pembelajaran, Mendorong kreativitas dan inovasi dalam metode pengajaran.
Beliau menambahkan bahwa sejatinya guru tidaklah harus terkejut karena perubahan kurikulum, karena yang terpenting tugas guru adalah melaksanakan tupoksi dengan benar, meningkatkan kompetensi, serta selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Bahkan dalam wacana kurikulum ke depan yang akan berganti menjadi Kurikulum Deep Learning dengan penekanan pada aspek mindfull learning (menghargai keunikan dan keterlibatan siswa), meaningfull Learning (pentingnya pembelajaran yang relevan), dan joyfull learning (menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan). Pada intinya sama seperti prinsip dari kurikulum-kurikulum sebelumnya yang mengutamakan kebutuhan siswa.
Peserta Bimtek terlihat antusias mengikuti paparan materi dengan metode penyampaian yang atraktif dari para nara sumber, sehingga tiga buah materi terlewati tanpa terasa. Dengan harapan selepas dari bimtek, para peserta dapat menerapkan materi yang telah mereka dapatkan di sekolah tempat mengabdinya masing-masing demi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Seruyan.
Penulis : Eka Yulia

